Selasa, 26 Oktober 2010

Makalah Periodisasi perkembangan

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kami panjatkan hanya pada Allah SWT sebagai pencipta dan pemelihara alam semesta beserta isinya. Shalawat serta salam tercurahkan pada Nabi Muhammad SAW sebagai utusan-Nya yang terakhir, yang telah membawa umatnya pada realisasi kehidupan yang benar menurut Al-Quran dan Al-Sunnah.
Berkat rahmat dan karunianya, serta di dorong kemauan yang keras disertai kemampuan yang ada, akhirnya kami dapat menyelesaikan makalah ini yang berhubungan dengan ”PERIODISASI PERKEMBANGAN” dalam mata kuliah Psikologi Perkembangan dengan Dosen Nurjanah,S.Ag,M.Si
Kami menyadari sepenuhnya bahwa materi yang di sampaikan dalam makalah ini masih sangat jauh dari kesempurnaan, karena banyaknya kesulitan yang kami hadapi dalam penyusunan makalah ini.
Namun Alhamdulilah berkat semua kerja keras kami serta bantuan berbagai pihak akhirnya makalah ini bisa terselesaikan yang pada hakikatnya semua ini berkat inayah dan irodah Allah SWT.

Ciamis, …..Oktober 2010

Penulis





A. PENDAHULUAN
Setiap individu yang normal akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan.Hal ini dimulai sejak terjadinya peristiwa konsepsi hingga kelahiran menjadi seorang bayi,kemudian tumbuh kembang sebagai anak-anak,remaja,dewasa dan sampai mati.Semua itu tumbuh kembang dengan berbagai tahapan.
Diantara problematika anak lahir dari ketidakpahaman kita sebagai orangtua.Ketika anak diam,dan mereka menangis pada saat lingkungan mereka kurang ramah.Seharusnya orangtua harus lebih bersimpati pada kehidupan psikisnya.Problema pun tidak hanya terjadi pada anak kecil saja tapi juga pada anak remaja.Orangtua sering tidak mengetahui dengan perubahan-perubahan tingkah laku anak,misalnya yang tadinya patuh menjadi keras kepala dan tidak mengindahkan perintah dari orang tuanya.Selain itu tingkah laku anak berbeda-beda,untuk anak pertama,kedua ataupun anak ketiga dan anak-anak seterusnya.Semua itu harus di ketahui oleh para orangtua.
Banyak hal yang harus kita ketahui tentang dunia anak,baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan rumah.Untuk itu saya tertarik untuk mengangkat permasalah in dengan tema “Periodisasi Perkembangan”.Agar semua orangtua,guru,dan siapapun orang-orang yang berkiprah dalam bidang pendidikan dan perawatan anak,mereka semua harus memahami tahap dan tugas perkembangan anak.






B. PEMBAHASAN
1. Periodisasi Perkembangan
Periodisasi berasal dari bahasa Indonesia yang artinya lingkaran waktu.(Kamus Umum Bahasa Indonesia:740).
Sedangkan perkembangan adalah perubahan secara kualitatif,berkaitan dengan fungsi-fungsi pribadi manusia. Perkembangan seorang individu takkan berlangsung begitu saja.Semuanya melalui sebuah tahap atau fase-fase perkembangan yang berjalan maju dan takkan pernah berjalan mundur. Perkembangan pada individu melibatkan berbagai factor yang saling bertautan satu sama lain. Selama menjalani perkembangan, seorang individu akan melewati suatu fase-fase menuju kesebuah perubahan.Jadi yang dimaksud periodisasi perkembangan adalah suatu tahapan perkembangan dari masa pranatal sampai masa dewasa akhir.
2. Tahap Perkembangan menurut Para ahli
Tahap perkembangan berdasarkan biologi Sekelompok ahli menentukan pembabakan itu berdasarkan keadaaan atau proses pertumbuhan tertentu.
Pendapat para ahli diantaranya :
a. Aristoteles menggambarkan perkembangan individu, sejak anak sampai dewasa itu kedalam tiga tahapan, setiap tahapan lamanya tujuh tahun, yaitu : F Tahap I : Dari 0,0 sampai 7,0 tahun (masa anak kecil atau masa bermain) F Tahap II : Dari 7,0 sampai 14,0 tahun (masa anak, masa sekolah rendah) F Tahap III : Dari 14,0 sampai 21,0 tahun (masa remaja / puberitas, masa peralihan dari usia anak menjadi orang dewasa) Penahapan ini didasarkan pada gejala dalam perkembangan fisik (jasmani). Hal ini dapat dijelaskan bahwa antara tahap I dan tahap II dibatasi oleh pergantian gigi, antara tahap II dan tahap III ditandai dengan mulai berfungsinya organ-organ seksual.
b. Kretcmer mengemukakan bahwa dari lahir sampai dewasa individu melewati empat tahapan, yaitu : F Tahap I: Usia 0,0 hingga 3,0 tahun ; Fukungs (pengisian) periode I : pada fase ini anak kelihatan pendek gemuk. F Tahab II : Usia dari kira-kira 3,0 tahun sampai 7,0 tahun ; Streckungs (rentangan) periode I : pada periode ini anak kelihatan langsing (memanjang / meninggi). F Tahap III : Dari kira-kira 7,0 sampai 13 tahun ; Fukungs periode II : pada masa ini anak kelihatan pendek gemuk kembali. F Tahap IV : Dari kira-kira 13,0 tahun sampai kira-kira 20,0 tahun ; Streckung periode II : pada periode ini anak kembali kelihatan langsing.
c. Ellizabeth Hurlock mengemukakan penadapat perkembangan individu melalui lima tahap, yakni : F Tahap I: Fase Pranatal (sebelum lahir) mulai dari masa konsepsi sampai proses kelahiran, yaitu sekitar 9 bulan atau 280 hari. F Tahap II: Infancy (orok), mulai lahir sampai usia 10 hingga 14 hari. F Tahap III: Baby hood ( bayi) mulai usia 2 minggu sampai 2 tahun F Tahap IV : Childhood (kanak-kanak) mulai 2 tahun sampai masa remaja (puber) F Tahap V : Adolescence / puberty, mulai usia 11 atau13 tahun sampai usia 21 tahun .
3. Tahap-tahap Perkembangan
a. Masa Pra-natal
Masa ini dimana proses pertumbuhan dan perkembangan dimulai sejak masa konsepsi yakni pertemuan antara spermatozoon dengan sel telur yang bakal menjadi calon manusia.Maka jelas bahwa masa Pra-natal itu ditandai dengan terjadinya proses pembentukan sistem jaringan dan struktur organ-organ fisik.Proses perubahan spermatozoon dengan sel telur yang bakal menjadi calon manusia terjadi sangat cepat yaitu pada 9 bulan 10 hari atau 42-43 minggu masa kehamilan.Kondisi janin dalam masa kehamilan itu begitu rentan terhadap pengaruh lingkungan hidupnya,bagaimana ibunya menjaga kesehatan,kebiasaan dan prilaku baik dan buruknya.Apabila kondisi fisologis dan kondisi psikologis ibunya baik pada saat kehamilan akan membuat individu tumbuh kembang sebagai anak yang baik.Namun sebaliknya apabila kondisi yang penuh konflik antara suami dan istri,kesehatan yang kurang baik,banyak menghisap rokok dan lain sebagainya,maka bayi yang akan dilahirkan memiliki ganguan mental dimasa perkembangan berikutnya.
b. Masa bayi dan Anak Tiga tahun Pertama (Atitama/Toddler)
Melalui masa yang cukup lama yaitu 9 bulan 10 hari menyebabkan ia merasa telah siap untuk dilahirkan ke dunia ini.Pada saat dilahirkan seorang bayi menangis untuk menandakan berfungsinya perasaan dan panca indranya untuk beradaptasi diri dengan lingkungan hidupnya yang baru.
Kemudian seorang bayi mengalami pertumbuhan dan perkembangan selama masa pengasuhan,pemeliharaan dan bimbingan dari orangtuanya.Pada masa ini si anak akan belajar untuk mengembangkan keterampilan motoriknya,seperti merangkak, berdiri, berjalan, melompat, dan berlari. Kegiatan ini sangat menyenangkan pada masa ini.Dengan demikian masa bayi dan anak usia 3 tahun ini ditandai dengan dapatnya anak mengembangkan keterampilan motorik,kreativitas,bakat,dan kemampuan sosialnya.
c. Masa Anak-Anak Awal
Usia yang tergolong pada usia anak-anak adalah pada 4-5 tahun,11 bulan.Masa anak ini ditandai dengan kemandirian,kemampuan kontrol diri (selfconrol) dan hasrat untuk memperluas pergaulan dengan anak-anak yang sebayanya.Walaupun masih terikat dan terfokuskan diri pada hubungan dengan orangtua atau keluarga.Pergaulan yang makin luas ini mengurangi kelekatan emosi (atatchment) dengan orangtua,mengurangi egosentrisme,mengurangi sifat irasional.Karena pada pergaulan ini masing-masing anak saling mengkritik,mencela,dan mungkin akan terjadi konflik,pertengkaran,yang kemudian diikuti dengan proses kompromi,adaptasi norma-norma sosial yang baru.Masa anak-anak awal ini masih ditandai dengan kegiatan bermain sendiri maupun kelompok teman sebayanya.Kegiatan bermainpun tetap dibawa sampai masa remaja namun yang membedakannaya adalah karakteristik fase perkembangannya.Permainan sangat bergunan bagi pengembangan kepribadian dan pengembangan psikomotor halus dan kasar.
d. Masa Usia Tengah (Middle Childhood)
Anak usia 7-9 tahun yang biasanya duduk di bangku sekolah dasar kelas 1,2,atau 3 sedang dalam fase konkrit.Meraka akan mampu untuk mengerjakan soal matematika seperti penambahan,pengurangan,perkalian yang sangat sederhana.Untuk tugas yang rumit anak akan menemui kesulitan,kecuali anak-anak yang mempunyai kemampuan melebihi anak-anak seusianya.
Anak-anak usia tengah ini lebih dikompakkan dengan bermain dengan anak-anak yang sejenisnya.Anak-anak ini mulai mengembangkan kepribadian seperti pembentukan konsep dari mulai fisik,sosial,dan akademis,guns menopang perkembangan harga diri,percaya diri dan efikasi diri.
e. Masa Anak Akhir (Late Childhood)
Masa ini sekitar umur 10-12 tahun,fase ini ditandai dengan anak-anak mulainya berpacaran walaupun tidak atau belum serius.Mereka merasa memiliki rasa keterkaitan antara lawan jenis.Hal ini mendorongnya untuk mengadakan hubungan pergaulan lintas jenis kelamin (heterosexualitas relationship).
f. Masa Remaja (Adolescence)
Masa remaja adalah masa transisi untuk menuju masa dewasa.Ciri pertumbuhan masa remaja ini ditandai dengan pertumbuhan fisik yang relatif cepat,sehingga oragan fisik mencapai taraf kematangan yang memungkinkan untuk bereproduksi secara sempurna.Konsekuensi dari perubahan fisk ini adalah apabila meraka melakukan hubungan seksual akan mengakibatkan kehamilan pada perempuan.Oleh karena itulah para orangtua harus banyak mewaspadai segala tingkah laku anak-anaknya ketika anaknya telah memasuki masa remaja.Pada masa ini remaja mulai merasa tidak mau dikekang oleh aturan keluarga.Mereka dimasa remaja ini ingin mencari jati diri mereka masing-masing.Cara berfikir mereka itu cenderung egosentris dan sulit memahami pola pikir orang lain.Secara umum yang tergolong masa remaja itu adalah anak usia 13-21 tahun.Ciri lain dari masa remaja itu adalah sifat pemberontak,progresif yang cenderung ingin mengubah kondisi yang mapan.Apabila sifat ini terarah dengan baik,maka mereka akan dapat menjadi pemimpin yang baik dimasa depan.Sebaliknya bila tidak terbimbing akan merusak tatanan dan nilai-nilai sosial masyarakat.
g. Masa Dewasa Muda (Young Adulthood)
Yang tergolong dewasa muda adalah mereka yang berumur 22-40 tahun.Dilihat dari sisi kognitifnya mereka telah lulus sekolah menengah umum dan memasuki dunia perguruan tinggi,lalu segera mengembangkan karier sesuai dengan minat-bakatnya.Apabila tidak melanjutkan ke universitas mereka biasanya langsung bekerja untuk meniti jenjang karier.Kemudian mereka menempuh hidup baru yaitu membina rumah tangga dengan pasangan hidup yang telah dijalin semasa remajanya dulu atau yang ditemukan semasa bekerja.Dimasa moderen ini banyak ibu rumah tangga yang menjadi wanita karier.Akibat hal ini menimbulkan dilema keluarga.Pasangan muda yang bisa melewati masalah ini akan hidup bahagia,mampu mencukupi ekonomi,membesarkan dan mendidik anak dengan baik.Namun bagi yang tak mampu menyesuaikan diri dengan baik,justru menyebabkan konflik,pertengkaran,pisah-ranjang,bahkan sampai terjadi perceraian suami-istri.Akibatnya anak-anak tak memperoleh kasih sayang,terlantar dan tumbuh tanpa arah tujuan yang jelas.
h. Masa Dewasa Tengah (Middle Adulthood)
Masa ini adalah masa yang penuh tantangan,karena kondisi fisik mereka mulai mengalami penurunan.Untuk perempuan mulai mengalami menopause (potensi untuk mengandung dan melahirkan anak tak mungkin lagi.Bagi laki-laki,merasa bahwa dirinya mulai tua.Tuntunan sosial yang menuntut agar mereka tampil prima dan kuat mengakibatkan mereka tidak dapat menerima keadaannya sendiri,sehingga cenderung melakukan aktivitas eksperimen-eksperimen seksual dengan pasangan yang lebih muda.Sebaliknya mereka yang mampu mencapai kepribadian yang terintegrasi tak akan menemui hambatan yang berarti.Justru akan bersikap dan bertindak bijaksana dan akan membimbing anak-anaknya agar dapat menjadi orang yang berhasil dan beranggungjawab.Masa dewasa tengah dalam kehidupan kariernya mencapai puncak prestasinya.
i. Masa Dewasa Akhir (Late Adulthood)
Masa ini dimana setiap individu akan memasuki masa kematian.Kenyataanlah yang mengharuskan mereka untuk menjdi tua meskipun tak ada seorangpun yang menginginkannya.Sebagian besar mereka memiliki kondisi fisik yang sehat dan aktif dalam berkaryanya.Namun dalam melakukan kegitana fisik mereka cenderung mudah lelah,dan waktu reaksi terhadap stimulus tergolong lambat.Apalagi yang bekerja menggunakan intelektual,maka kegiatan fisik cenderung dikurangi frekuensinya.
Memasuki masa pensiun mereka mengalami penurunan ekonomi,tapi berbeda untuk mereka yang memiliki perusahaan.Orang-orang dewasa akhir mengalami perasaan kesepian dan kesendiriaan.Lebih-lebih bagi yang telah ditinggal mati oleh pasangan hidupnya maka mereka makin merasa stress dan depresi.Dalam keadaan ini membuat mereka merasa bijaksana guna mempersiapkan diri agar dapat mati secara terhormat,dengan cara lebih mendekatkan diri terhadap Tuhan.
4. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan
Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan adalah hereditas dan lingkungan.setiap individu yang dilahirkan ke dunia membawa hereditas tertentu yang artinya bahwa setiap karakteristik individu diperoleh melalui pewarisan dari pihak orangtuanya.Karakteristik tersebut menyangkut fisik (seperti struktur tubuh,warna kulit,dan bentuk rambut) dan psikis atau sifat-sifat mental (seperti emosi,kecerdasaan,dan bakat).Hereditas merupakan aspek individu yang bersifat bawaan dan memiliki potensi.Seberapa jauh perkembangan individu itu terjadi dan bagaimana kualitas perkembangannya,tergantung pada kualitas hereditas dan lingkungan yang memppengaruhinya.Lingkungan merupakan faktor penting disamping hereditas yang menentukan perkembangan individu.Lingkungan itu meliputi fisik,psikis,sosial,dan religius.Faktor interaksi antara genetis dengan lingkungannya.Yang artinya perkembangana salah seorang tidak akan maksimal jika hanya mengandalkan salah satu faktor saja.Karena itu,keduanya harus dipersatukan demi mengupayakan dan memaksimalisis perkembangan seseorang.Sehingga memungkinkan perkembangan fisiologis maupun psikologis (potensi,bakat,kecerdasaan dan kepribadian) seseorang berhasil sempurna.
5. Aspek-aspek perkembangan
a. Aspek Fisik
Fisik manusia adalah sistem organ yang kompels dan sangat mengagumkan.Semua organ ini terbentuk dimulai dari periode pranatal.Proses perkembangan fisik ditandai dengan perubahan ukuran organ fisik eksternal (tangan,kaki,badan) yang makin membesar,memanjang,melebar,atau makin tinggi.Selain itu perubahan internal ditandai dengan makin matangnya sistem syaraf dan jaringan sel-sel yang makin kompels,sehingga mampu meningkatkan kapasitas hormon,kelenjar maupun keterampilan motoriknya.
Dalam pembahasan perkembangan fisik ini,Kuhlen dan Thompson (Hurlock,1956) mengemukakan bahwa perkembangan fisik individu meliputi empat aspek,yaitu:
1) Sistem syaraf,yang sangat mempengaruhi perkembangan kecerdasan dan emosi.
2) Otot-otot,yang mempengaruhi perkembangan kekuatan dan kemampuan motorik.
3) Kelenjar endokrin,yang menyebabkan munculnya pola-pola tingkah laku baru,seperti pada usia remaja berkembang perasaan senang untuk aktif dalam suatu kegiatan,yang sebagaian anggotanya terdiri atas lawan jenis.
4) Struktur fisik tinggi,berat,dan fisik/tubuh,yang meliputi tinggi,berat,dan proporsi.
Otak adalah salah satu aspek fisiologis yang sangat penting bagi kehidupan manusia,karena itu otak sangat menentukan bagi perkembangan individu lainnya,baik itu keterampilan motorik,intelektual,emosional,sosial,moral maupun kepribadian.Pertumbuhan otak yang normal (sehat) berpengaruh positif bagi perkembangan aspek-aspek lainnya.Sedangkan apabila pertumbuhannya tidak normal (karena pengaruh penyakit atau kurang gizi) cenderung sakan menghambat perkembangan aspek-aspek tersebut.
b. Aspek Kognitif
Optimalisasi perkembangan kognitif dipengaruhi oleh kematangan fisiologis,terutama pada bayi maupun anak-anak.Seorang anak akan dapat melakukan koordinasi gerakan tangan,kaki maupun kepala secara sadar,berkembang secara memadai.Artinya kemampuan kognitif harus diiringi dengan kematangan fisiologis,sehingga perkembangan kognitif makin baik dan koordinatif.
c. Aspek Psikososio-emosional
Manusia adalah makhlul sosial (homosocio-politicion).Dalam mengembangkan kehidupannya manusia dituntut untuk dapat mengembangkan kemampuan menyesuaikan diri,yaitu dengan berhubungan dengan yang lainnya.Sebab interaksi terjadi dengan adanya pertukaran informasi tentang pengetahuan,adat-istiadat,kebiasaan dan budaya.Keberhasialn dalam menyesuaikan diri akan menyebabkan perkembangan kepribadian yang sehat.Sebaliknya,ketidakmampuan bertinteraksi akan membuat seseorang mengalami kehidupan yang terasing,rendah diri,pesimis,dan takut.Akibatnya akan mempengaruhi krisis kepribadian (personality crisis).
d. Perkembangan Inteligensi
Inteligensi bukan suatu yang bersifat kebendaan,melainkan suatu fiksi ilmiah untuk mendeskripsikan perilaku individu yang berkaitan dengan kemampuan intelektual.Tingkah laku inteligensi adalah produk (hasil) dari penerapan strategi berfikir,mengatasi masalah-masalah baru secara kreatif dan cepat,dan penyesuaian terhadap konteks dengan menyeleksi dan beradaptasi dengan lingkungan.Hasil pengukuran inteligensi terhadap sampel yang dipandang mencerminkan populasinya,maka dikembangkan suatu sistem norma ukuran kecerdasan sebagai berikur:
IQ (INTELLIGENCE QUOTION) KLASIFIKASI
140 – ke atas
130 - 139
120 – 129
110 – 119
90 – 109
80 – 89
70 – 79
50 – 69
49 – ke bawah Jenius
Sangat Cerdas
Cerdas
Diatas Normal
Normal
Dibawah Normal
Bodoh
Terbelakang (Moron/Debil)
Terbelakang (Imbecile/dan Idiot)

e. Perkembangan Emosi
Perkembangan emosi adalah warna afektif yang menyertai setiap keadaan atau prilaku individu.Yang dimaksud warna afektif disini adalah perasaan-perasaan tertentu yang dialami pada saat mengalami suatu situasi tertentu.
Ciri-ciri emosi adalah:
1) Lebih bersifat subjektif daripada peristiwa psikologis lainnya,seperti pengamatan dan berfikir.
2) Bersifat fluktuatif (tidak tetap)
3) Banyak bersangkut paut dengan peristiwa pengenalan panca indra.
Pengeleompokan emosi dikelompokan kedalam dua bagian:
1) Emosi sensoris yaitu emosi yang ditimbulkan oleh rangsangan dari luar terhadap tubuh,seperti rasa dingin,manis,sakit,lelah,kenyang dan lapar.
2) Emosi psikis yaitu emosi yang mempunyai alasan-alasan kejiwaan.Yang termasuk emosi ini adalah: Perasan Intelektual,perasaan sosial,perasaan susila,perasaan keindahan,perasaan ketuhanan.
f. Perkembangan Bahasa
Bahasa merupakan kemampuan untuk berkomunikasi dengan orang lain.Bahasa yaitu faktor hakiki yang membedakan manusia dan hewan.Bahasa sangat erat kaitannya dengan perkembangan berfikir individu,perkembangan individu terlihat dari perkembangan bahasanya yaitu kemampuan membentuk pengertian,menyusun pendapat,dan menarik kesimpulan.Perkembangan pikiran dimulai pada usia 1,6-2,0 tahun.Yaitu pada saat anak dapat menyusun kalimat dua atau tiga kata.Laju perkembangan itu sebagai berikut:
1) Usia 1,6 tahun,anak dapat menyusun pendapat positif,seperrti: “bapak makan”.
2) Usia 2,6 tahun,anak dapat menyusun pendapat negatif (menyangkal) seperti: “bapak tidak makan”.
3) Pada usia selanjutnya anak dapat menyusun pendapat seperti: kritikan,keragu-raguan,dan menarik kesimpulan analog seperti (anak melihat ayahnya tidur karena sakit,pada waktu yang lain anak melihat ibunya tidur,dia akan mengatakan bahwa ibu tidur karena sakit).

g. Perkembangan Sosial
Perkembangan sosial adalh pencapaian kematangan dalam hubungan sosial.Dapat dikatakan sebagai proses belajar untuk menyesuaikan diri terhadap norma-norma kelompok,moral,dan tradisi.Anak dilahirkan belum bersifat sosial,dia belum memiliki kemampuan untuk bergaul dengan orang lain.Untuk mencapai kematanagn sosial,anak harus belajar tentang cara-cara menyesuaikan diri dengan orang lain.Kesempatan ini diperoleh dari berbagai kesempatan bergaul dengan orang dilingkungannya,baik orngtua,saudara,teman sebaya atau orang dewasa lainnya.Perkembangan sosial anak sangat dipengaruhi oleh proses perlakuan atau bimbingan orangtua terhadap anak dalam mengenalkan berbagai aspek kehidupan sosial atau norma-norma sosial.Proses bimbingan orangtua ini lazim disebut sosialisasi.
Sosialisasi dari orangtua ini sangatlah penting bagi anak,karena dia masih terlalu muda dan belum memiliki pengalamanuntuk membimbing perkembangannya sendiri ke arah kematangan. J.Clausen (Ambron, 1981:221)
h. Perkembangan Kepribadian
Kepribadian seseorang itu relatif konstan,namun dalam kenyataan sering ditemukan bahwa perubahan kepribadian itu dapat dan mungkin terjadi.Perubahan itu terjadi pada umumnya lebih dipengaruhi oleh faktor lingkungan daripada faktor fisik.Perubahan ini sering terjadi pada anak daripada orang dewasa.Kelainan kepribadian bisanya dipengaruhi oleh faktor lingkungan yang kurang baik,maka sebagai upaya pencegahan sebaiknya keluarga banyak menciptakan iklim baik dalam lingkungan agar mempermudah kepada anak untuk mengembangkan potensi atau tugas-tugas perkembangan secara optimal.
Fenton (E.Hurlock,1956) mengklasifikasikan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan kepribadian ke dalam tiga katagori,yaitu:
1) Faktor organik, seperti: makanan,obat,infeksi,dan gangguan organik.
2) Faktor lingkungan sosial budaya, seperti: pendidikan,rekreasi,dan partisipasi sosial.
3) Faktor dari dalam individu itu sendiri, seperti: tekanan emosional,identifikasi terhadap orang lain,dan imitasi.

i. Perkembangan Moral
Istilah moral berasal dari kata lain “mos” (Moris),yang berarti adat istiadat,kebiasaan,peraturan/nilai-nilai atau tatacara kehidupan.Sedangkan moralitas adalah kemauan untuk menerima dan melakukan peraturan,nilai-nilai atau prinsif moral.Seseorang dapat dikatakan bermoral apabila tingkah laku orang tersebut sesuai dengan nilai-nilai moral yang dijunjung tinggi oleh kelompok sosialnya.Perkembangan moral seseorang banyak dipengaruhi oleh lingkungannya.Anak memperoleh nilai-nilai moral dari lingkungannya,terutama dari orangtuanya.Dalam mengembangkan moral anak,peranan orangtua sangatlah penting,terutama pada waktu anak masih kecil.
Perkembanagn moral anak dapat berlangsung melalui beberapa cara,sebagai berikut:
1) Pendidikan langsung: penanaman tentang tingkah laku yang benar dan salah,atau baik dan buruk oleh orangtua,guru atau orang dewasa lainnya.
2) Identifikasi: meniru penampilan atau meniru penampilan atau tingkah laku moral seseorang yang menjadi idolanya (seperti orangtua,guru,kiai,artis,atau orang dewasa lainnya)
3) Proses coba-coba: dengan cara mengembangkan tingkah laku moral secara coba-coba.Tingkah laku yang mendatangkan pujian akan terus dikembangkan.Sementara tingkahlaku yang mendatangkan hukuman akan dihentikan.
4) Perkembangan Kesadaran Beragama
Manusian dainugrahi fitrah untuk mengenal Alloh dan melakukan ajaran-Nya.Karena memiliki fitrah in manusia dijuluki sebagai ‘Homo Devinans”,dan “Homo Religious”,yaitu makhluk yang bertuhan atau beragama.Proses perkembangan anak beragama sangat bergantung kepada proses pendidikan yang diterimanya.Hal ini sebagaimana yang telah dinyatakan oelh Nabi Muhamad SAW: “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah,hanya karena orangtuanyalah,anak itu menjadi yahudi,nasrani,atau majusi”.Hadis ini mengisyaratkan bahwa faktor lingkungan (terutama orangtua) sangat berperan dalam mempengaruhi perkembangan fitrah keberagamaan anak.Perkembangan beragama seseorang dipengaruhi oelh faktor pembawaan dan lingkungan.


6. Karakteristik Setiap Fase Perkembangan
a. Karakteristik perkembangan pada fase orok
Masa orok adalah masa perkembangan paling pendek,yang dimulai dari lahir sampai usia 2 minggu.Masa in dibagi menjadi dua masa,yakni masa Pertunate yang berlangsung selama 15-30 menit pertama sejak lahir sampai tali pusatnya digunting,dan masa Neonate yang berlangsung sejak tali pusat digunting sampai usia 2 minggu.
Fase orok mempunyai karakteristik sebagai berikut:
1) Perkembangan fisik: umumnya beratbadan bayyi 3,5 kg dan panjangnya 50 cm.Untuk laki-laki biasanya lebih berat dibanding dengan perempuan,kepalanya kira-kira ¼ dari panjang badan.Pernapasan,makan,dan pembuangan selama lahir melalui plasenta.Denagn jerit tangis pada waktu lahir,paru-paru berkembang dan pernapasanpun dimulai.
2) Kegiatan-kegiatan orok: Kegiatan menyeluruh yang mencakup kegiatan umum dari seluruh badan.apabila tangan kirinya dicubit,maka ia akan menangis apabila rangsangan itu terlalu kuat.Kegiatan khusus ini mencakup kegiatan refleks yang merupakan respon yang tidak disadari terhadap perangsang tertentu,kebanyakan refleksi tersebut bersifat jasmaniah,seperti bersin,mengisap jari dll.
3) Vokalisasi:awal terjadi pada saata anak menangis pada waktu dilahirkan,tangisan ini berfungsi untuk mengembangkan paru-paru sehingga memungkinkan pernapasan dan penyediaan oksigen yang vukup bagi darah.Sesekali bayi menghembuskan nafas yang menyerupai pernapasan yang berat.Ini tidak ada arti apa-apa,suara itu perlahan-lahan menjadi kuat dan akhirnya berkembang menjadi mengoceh yang selanjutnya menjadi bercakap.
4) Perkembangan kepribadaian: faktor kepribadaian dipengaruhi oleh faktor kebakaan,selain ini juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan terutama kasih sayang ibu.Masa ini adalah masa “Sense of trust”,yaitu kepercayaan akan kasih sayang orangtua,terutama ibu,yang dapat mempertahankan hidupnya.Masa ini ditandai oleh ketergantungan yang penuh kepada orangtua dengan cara kasih sayang.
b. Fase bayi
Masa bayi dimulai sejak berakhirnya masa oroksampai akhirnya tahun kedua dari kehidupan. Masa bayi ini memiliki ciri-ciri perkembangan fisik, intelegensi, emosi, bahasa,bermain,pengertian,kepribadian,moral, dan kesadaran beragama.

c. Fase Prasekolah
Fase prasekolah merupakan perkembangan individu sekitar 2-6 tahun,ketika anak mulai memiliki kesadaran tentang dirinya sebagai pria atau wanita,dapat mengatur diri dalam buang air,dan mengenal beberapa hal yang dianggap berbahaya.
d. Fase Anak sekolah
Karakteristik anak disini adalah anak sudah bisa menyelesaikan masalh yang sederhana (problem solving).Dalam masa ini anak sudah bisa membaca dan gemar dalam mendengarkan cerita sehingga pembendaharaan kata semakin banyak,selain itu dimasa ini anak banyak bertanya.Anak usia ini sudah pandai bersosialisai dengan lingkungannya,sehingga mereka sudah banyak mempunyai teman sebayanya.Anak sudah bisa membedakan mana yang salah dan mana yang benar.
e. Fase Remaja
Kriteria yang sering digunakan untuk menentukan permulaan masa puber adalah haid yang pertama kali pada anak perempuan dan basah malam pada anak laki-laki.perkembangan seksual mengubah emosi remaja,perasaan baru yang muncul seperti cinta,rindu,dan keinginan lebih intim dengan lawan jenisnya.
Ada empat perubahan tubuh yang utama pada masa puber, yaitu:
• Perubahan besarnya tubuh.
• Perubahan proporsi tubuh.
• Pertumbuhan ciri-ciri seks primer.
• Perubahan pada ciri-ciri seks sekunder.





C. KESIMPULAN
Periodisasi perkembangan adalah suatu tahapan perkembangan dari masa pranatal sampai masa dewasa akhir. Tahapan perkembangan menurut pendapat para ahli diantaranya :
1. Aristoteles menggambarkan perkembangan individu, sejak anak sampai dewasa itu kedalam tiga tahapan.
2. Kretcmer mengemukakan bahwa dari lahir sampai dewasa individu melewati empat tahapan.
3. Ellizabeth Hurlock mengemukakan penadapat perkembangan individu melalui lima tahap
Tahap-tahap Perkembangan: Masa Pra-natal.Masa ini dimana proses pertumbuhan dan perkembangan dimulai sejak masa konsepsi yakni pertemuan antara spermatozoon dengan sel telur yang bakal menjadi calon manusia. Masa bayi dan Anak Tiga tahun Pertama (Atitama/Toddler).Melalui masa yang cukup lama yaitu 9 bulan 10 hari menyebabkan ia merasa telah siap untuk dilahirkan ke dunia ini. Kemudian seorang bayi mengalami pertumbuhan dan perkembangan selama masa pengasuhan,pemeliharaan dan bimbingan dari orangtuanya.Masa Anak-Anak Awal.Usia yang tergolong pada usia anak-anak adalah pada 4-5 tahun,11 bulan.Masa anak ini ditandai dengan kemandirian,kemampuan kontrol diri (selfconrol) dan hasrat untuk memperluas pergaulan dengan anak-anak yang sebayanya.Masa Usia Tengah (Middle Childhood).Anak usia 7-9 tahun yang biasanya duduk di bangku sekolah dasar kelas 1,2,atau 3 sedang dalam fase konkrit.Masa Anak Akhir (Late Childhood).Masa ini sekitar umur 10-12 tahun,fase ini ditandai dengan anak-anak mulainya berpacaran walaupun tidak atau belum serius.Mereka merasa memiliki rasa keterkaitan antara lawan jenis.Masa Remaja (Adolescence).Masa remaja adalah masa transisi untuk menuju masa dewasa.Ciri pertumbuhan masa remaja ini ditandai dengan pertumbuhan fisik yang relatif cepat,sehingga oragan fisik mencapai taraf kematangan yang memungkinkan untuk bereproduksi secara sempurna.Masa Dewasa Muda (Young Adulthood).Yang tergolong dewasa muda adalah mereka yang berumur 22-40 tahun. Masa Dewasa Tengah (Middle Adulthood).Masa ini adalah masa yang penuh tantangan,karena kondisi fisik mereka mulai mengalami penurunan. Masa Dewasa Akhir (Late Adulthood).Masa ini dimana setiap individu akan memasuki masa kematian.
Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan adalah hereditas dan lingkungan. Faktor interaksi antara genetis dengan lingkungannya.
Aspek-aspek perkembangan:Aspek Fisik, Aspek Kognitif, Aspek Psikososio-emosional, Perkembangan Inteligensi, Perkembangan Emosi, Perkembangan Bahasa, Perkembangan Sosial, Perkembangan Kepribadian, Perkembangan Moral.
















DAFTAR PUSTAKA
Dariyo, Agoes. 2007. Psikologi Perkembangan Anak Tiga tahun pertama (Psikologi Atitama). Bandung
Poedarminta. 1976. Kamus Umum Bahasa indonesia.Jakarta: PN Balai Pustaka
Yusuf, Syamsu. 2008. Psikologi Perkembangan Anak & Remaja. Bandung:























PERIODISASI PERKEMBANGAN
MAKALAH
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas
Mata Kuliah Psikologi perkembangan
Dosen : Nurjanah, S.Ag. M.Si










Disusun oleh :
Pifit Muflihaini

PROGRAM S1 PENDIDIKAN GURU MI
INSTITUT AGAMA ISLAM DARUSSALAM

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar